Cerpen
Persahabatan Bagai Kepompong
Di suatu desa yang terletak tidak jauh dari kawasan perkotaan. Dulunya terdapat dua orang sahabat yang tidak terpisahkan, kedua sahabat tersebut bernama Roni dan Beni. Roni merupakan anak dari Keluarga kaya, Sedangkan Beni merupakan anak dari keluarga miskin.
Dulunya mereka merupakan sahabat yang sangat dekat, namun suatu hari Roni dan keluarganya harus pindah ke luar kota karena pekerjaan ayahnya yang mengharuskan untuk pindah ke luar kota. Mendengar hal tersebut Beni sangat sedih, namun dalam keadaan tersebut Beni juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Lima tahun kemudian saat keduanya beranjak SMP, Beni tidak mengetahui bahwa sahabat lamanya telah pindah ke sekolah yang sama dengannya. Pada suatu hari saat Beni hendak pergi ke kantin, ia melihat sahabat lamanya yaitu Roni sedang berjalan bersama teman barunya.
Sebenarnya Beni ingin menyapa sahabat lamanya, namun ia melihat teman baru Roni merupakan orang-orang yang berasal dari keluarga kaya. Kejadian tersebut membuat Beni mengurungkan niatnya karena ia merasa tidak pantas berada di samping Roni. Setelah kejadian itu Beni selalu menghindari Roni.
Di sisi lain semenjak tau sahabat lamanya sekolah ditempat yang sama,Roni sebenarnya ingin menghampiri sahabat lamanya tersebut. Namun saat ia hendak menghampiri Beni, ia merasa sikap Beni agak aneh, karena selalu menghindarinya.
Karena tidak tahan dengan sikap Beni, Roni langsung menghampiri Beni dan ketika Beni hendak menghindar, Roni langsung menghentikannya, dan berkata
Roni: “ Ben kenapa kamu selalu menghindar, apa kamu sudah lupa denganku”.
Beni: “Aku menghindar bukan tanpa alasan, aku takut kamu malu jika berteman bersamaku”.
Roni: “kenapa aku harus malu ?”
Beni: “ Aku takut kamu malu berteman dengan orang miskin sepertiku”
Roni: “ Oalah ternyata kamu memikirkan itu, sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan perkataan orang lain. Aku hanya ingin bermain dan berteman lagi denganmu”.
Beni: “ Kamu serius ?”
Roni: “ Iya aku serius, maka dari itu mari kita berteman lagi seperti dulu ”.
Beni:“ Baiklah jika kamu tidak mempermasalahkannya”.
Semenjak kejadian itu Beni dan Roni kembali berteman baik dan mereka hidup bahagia.Pesan yang dapat kita ambil dari cerpen tersebut adalah “ Sahabat sejati adalah orang yang tidak akan memandang status sosial maupun status ekonomi kita”.
GACOR KANG IRSAAA🔥🔥🔥
BalasHapusMantapl
BalasHapusbagus sekaliii
BalasHapusroni sama beni sigma abiezz😎
BalasHapusbagai kepompong
BalasHapusKerenn ceritanya bangg👏
BalasHapus